Peer Review
Peer Review : IDENTIFIKASI IMMUNOGLOBULIN MIU (IgM) IMMUNOGLOBULIN GAMMA (IgG) ANTI SALMONELA PADA SERUM PASIEN DEMAM TIFOID DI PUSKESMAS GODEAN II, SLEMAN, YOGYAKARTA
Demam tifoid (typhoid fever) menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, khususnya di negara-negara berkembang dengan sanitasi buruk termasuk Indonesia. World Health Organization memperkirakan terdapat 17 juta kasus demam tifoid di seluruh dunia dengan insiden 600 ribu kasus kematian tiap tahun. Demam tifoid masuk ke dalam 10 besar penyakit di rumah sakit (1.566 kasus) dan puskesmas (5.692 kasus) yang ada Yogyakarta. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menunjang penegakan diagnosa demam tifoid yaitu dengan pemeriksaan widal di mana hasil positif ditunjukkan dengan adanya kenaikan titer antibody O ataupun H. Belum ditemukan adanya kesamaan pendapat tentang titer aglutinin yang bermakna untuk diagnosis demam tifoid. Batas titer aglutinin yang sering digunakan dalam pemeriksaan widal hanya kesepakatan saja, berlaku setempat, dan bahkan dapat berbeda di berbagai laboratorium puskesmas. Sensitivitas pemeriksaan widal hanya 74% dan spesifisitas 17%. Uji rapid test IgM IgG Anti Salmonella merupakan salah satu pemeriksaan serologis sebagai penunjang diagnosis demam typhoid yang memiliki sensitifitas 79,3% dan spesifitasnya 90,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi hasil pemeriksaan uji serologi IgM IgG Anti Salmonella pada serum pasien demam tifoid di Puskesmas Godean II Yogyakarta serta mengetahui berapa titer minimal aglutinasi pemeriksaan widal yang dapat mendeteksi adanya IgM Anti Salmonella. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pemeriksaan menggunakan imunokromatografi rapid test untuk mendeteksi IgM IgG Anti Salmonella pada sampel serum pasien demam tifoid. Hasil penelitian diperoleh 21,7% sampel IgM + IgG -; 8,7% sampel IgM + IgG +, dan sebanyak 69,6% IgM - IgG -. IgM Anti Salmonella pasien demam tifoid pada titer aglutinasi 320 sebanyak 7 sampel dan pada titer aglutinasi 160 sebanyak 0 sampel. Hasil identifikasi IgM dan IgG terdapat 21,7% pasien terinfeksi demam tifoid, sebanyak 8,7% pernah terinfeksi dan mulai kebal demam tifoid, sedangkan 69,6 % pasien tidak terinfeksi demam tifoid. IgM Anti Salmonella pada pasien demam tifoid mulai terdeteksi pada titer 320.
No copy data
No other version available