Cek Similarity (Cek Turnitin)
SIMILARITY : PERBEDAAN WAKTU PENAMBAHAN REAGEN AHG BERPENGARUH TERHADAP VALIDITAS HASIL UJI SILANG SERASI METODE TABUNG
Transfusi darah merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam dunia medis yang bertujuan untuk mengatasi shock,
memelihara dan mempertahankan kesehatan pasien dengan cara pemberian darah dari seorang pendonor. Analisis
pretransfusi khususnya pada uji serologi sangat diperlukan untuk menjamin darah yang ditransfusikan aman dan tidak
menyebabkan reaksi transfusi. Proses pencocokan darah donor dengan darah pasien/resipien dilakukan melalui uji silang
serasi atau yang sering disebut dengan crossmatch. Uji silang serasi dapat dilakukan melalui 2 metode yaitu menggunakan
tabung dan gel card. Uji silang serasi metode tabung terdiri dari 3 fase (fase 1, fase 2 dan fase 3). Pada Fase 3 merupakan
tahapan yang paling berpengaruh, karena ada penambahan Anti Human Globulin (AHG). Reagen AHG berisi
immunoglobulin yang berfungsi sebagai penghubung antibodi inkomplit (antibodi IgG yang menyelubungi eritrosit),
sehingga akan terdeteksi melalui terbentuknya aglutinasi (gumpalan). Namun perlu diketahui bahwa ikatan antar antibodi
tidak dapat bertahan lama. Ikatan antar antibodi (AHG dan antibodi inkomplit) dapat terlepas kembali (disosiasi),
sehingga hasil pemeriksaan dapat menjadi false negative (negatif palsu). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah waktu penambahan AHG mempengaruhi derajad aglutinasi pada saat uji silang serasi. Penelitian ini menggunakan
metode uji silang serasi metode tabung dengan menggunakan golongan darah O rhesus positif sebagai sampel. Analisis
data dilakukan melalui pengamatan derajat aglutinasi pada tiap fase uji silang serasi. Pada penelitian ini, adanya perbedaan
waktu penambahan AHG mempengaruhi hasil pemeriksaan uji silang serasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
efektifitas penambahan AHG pada uji silang serasi metode tabung yaitu pada menit ke 2-10 menit
No copy data
No other version available